News    

Mengenal Fujinon 23mm f/2.8: Lensa Tipis, Tajam, dan Tahan Segala Cuaca

Bersamaan dengan peluncuran Fujifilm X-E5, Fujifilm juga menghadirkan lensa terbaru, Fujinon XF 23mm f/2.8 R WR. Lensa ini memiliki desain yang sangat ringkas, hanya sepanjang 2,4 cm dengan bobot 90 gram. Berkat dimensinya yang tipis, lensa ini kerap dijuluki sebagai pancake lens. Kehadirannya sudah lama dinantikan oleh para pengguna kamera Fujifilm, khususnya model compact bergaya viewfinder seperti seri X-M, X-E, dan X-PRO.

Bersamaan dengan peluncuran Fujifilm X-E5, Fujifilm juga menghadirkan lensa terbaru, Fujinon XF 23mm f/2.8 R WR. Lensa ini memiliki desain yang sangat ringkas, hanya sepanjang 2,4 cm dengan bobot 90 gram. Berkat dimensinya yang tipis, lensa ini kerap dijuluki sebagai pancake lens. Kehadirannya sudah lama dinantikan oleh para pengguna kamera Fujifilm, khususnya model compact bergaya viewfinder seperti seri X-M, X-E, dan X-PRO. Dengan jarak fokal 23mm—setara 35mm pada format kamera film—lensa ini menawarkan sudut pandang yang menjadi favorit banyak fotografer.

Lensa 23mm pada seri Fujifilm X dikenal sebagai salah satu lensa paling serbaguna. Sudut pandangnya ideal untuk berbagai kebutuhan seperti foto portrait, makanan, perjalanan, hingga street photography, dan masih cukup lebar untuk memotret pemandangan. Namun, ada juga situasi yang kurang sesuai, misalnya untuk fotografi interior atau olahraga. Berkat fitur weather sealed dan bodi aluminium yang kokoh, lensa ini tetap andal digunakan meski dalam kondisi cuaca kurang bersahabat.

Meski memiliki bodi yang ringkas, lensa ini dilengkapi dengan aperture ring yang memungkinkan pengaturan bukaan dari f/2.8 hingga f/16, dengan langkah penyesuaian setiap 1/3 stop. Tersedia juga opsi A untuk mengatur bukaan langsung melalui kamera. Lensa ini menggunakan filter berdiameter 39mm, dan dalam paket pembeliannya disertakan lens hood berukuran sangat kecil. Walaupun mungil, lens hood ini cukup efektif mengurangi flare serta melindungi elemen depan lensa dari debu dan cipratan air. Fujifilm juga menyertakan tutup hood berbahan plastik, namun pengguna perlu berhati-hati karena tutup ini mudah terlepas atau hilang.

Walaupun berukuran ringkas, Fujifilm tampaknya tidak mengorbankan kualitas optiknya. Fujinon 23mm f/2.8 dibekali 8 elemen lensa, termasuk dua elemen aspherical, dengan susunan padat untuk mempertahankan desain tipisnya. Pengujian menunjukkan bahwa lensa ini menghasilkan foto yang tajam, terutama di bagian tengah bingkai. Kemampuan fokusnya cukup dekat, hanya 20 cm dari sensor kamera, dan pada jarak ini latar belakang dapat terlihat blur, khususnya saat menggunakan bukaan lebar seperti f/2.8 hingga f/4. Bokeh di bagian tengah tampak bundar, sementara di tepi bingkai bentuk bulatnya sedikit terpotong akibat optical vignetting.

Chromatic aberration nyaris tidak terlihat pada hasil foto, dan pengendalian flare juga sangat baik, bahkan saat lensa diarahkan langsung ke matahari saat matahari terbenam. Sedikit flare baru muncul ketika sumber cahaya berada di tepi bingkai, namun secara keseluruhan tetap terkendali. Bahkan, flare yang muncul justru dapat menambah karakter dan kualitas artistik pada foto.

Lensa ini menggunakan DC Motor untuk sistem autofokusnya, sehingga bukan yang paling cepat di kelasnya. Namun, Fujifilm telah mengoptimalkan agar pergerakan fokus menjadi lebih efisien, sehingga transisi dari fokus dekat ke jarak jauh terasa lebih singkat. Saat diuji di lapangan, performa fokusnya tidak menimbulkan kendala berarti. Hanya saja, saat berpindah fokus dari jarak dekat ke jauh atau sebaliknya, motor fokus akan bergerak maju-mundur dengan cepat disertai sedikit suara.

Performa autofokus lensa ini sudah sangat memadai untuk kebutuhan street maupun portrait photography. Namun, untuk subjek dengan pergerakan sangat cepat seperti aksi atau olahraga, akan lebih optimal menggunakan lensa dengan motor fokus yang lebih cepat—meski konsekuensinya ukurannya tidak akan se-compact ini. Bagi yang mengutamakan kecepatan autofokus sekaligus bukaan besar untuk pemotretan low light, Fujifilm 23mm f/1.4 dengan linear motor tentu lebih unggul. Hanya saja, ukuran dan harganya jelas berbeda cukup jauh.

Lensa ini hadir dalam dua pilihan warna, yakni silver dan hitam. Varian silver sangat serasi dipadukan dengan kamera Fujifilm berwarna perak atau two-toned. Bagi yang tertarik, lensa ini dapat dibeli secara terpisah, dengan ketersediaan yang diperkirakan mulai Desember 2025. Selain itu, lensa ini juga tersedia dalam paket penjualan kamera Fujifilm X-E5 yang disertai Fujinon 23mm f/2.8 R WR.

Gadget    

lihat semuanya

Lens    

lihat semuanya

Camera    

lihat semuanya
  • Canon
  • Sony
  • FujiFilm
  • Insta360
  • DJI
  • GoPro

Copyright ©2026 Sinar Photo • Video — by PT Sinar Sumber Makmur. All rights reserved. Syarat & Ketentuan | Kebijakan Privasi

 

Chat via WhatsApp WhatsApp